Arya Harsono, The Jakarta Post, Jakarta | Feature | Tue, July 10 2012, 1:43 PM
A- A A+
Paper Edition | Page: 27
Torn skinny jeans, old-fashioned glasses and band shirts; it looks like 1990s America has invaded Jakarta’s pop culture scene.
What older generations may consider degenerate, local “punks” have adopted in something that resembles the West in past decades. The culture consists of a certain atmosphere of hard rock, darkened denim, skateboards and vividly rebellious graphic T-shirts.
These elements permeated this year’s Jakarta Clothing Expo, called Summerfest, encompassing the pop culture of this generation.
The Jakarta Clothing Expo is an annual exhibition of independent retail, which includes a live display of up and coming musicians and trends, bringing together youth in a spectacle of shopping, fashion and entertainment.
Taking place at Parkir Timur Senayan, this year’s JakCloth Expo lasted four days, from July 5 to July 8, giving everyone the chance to observe the latest in the country’s pop culture.
Young Indonesians have recently become attracted to the independent clothing brands that originated in Bandung and which, over the years, migrated to the nation’s cultural center, Jakarta. Among them, the more popular stores include Premium Nation, Airplane System, PsychoGenic, Chizel, EasyBeats and Incubation. Iday, owner of Easy-Beats, said that the attraction stems from past Western influence. “Many [young Indonesians] buy these clothes because they are similar to that of the designer clothes from Western countries,” he says, “but cost less than they would in other stores.”
Independent clothing has changed the Indonesian clothing industry, and Summerfest has given these stores the opportunity to display their revolutionary impact on Indonesian pop culture. The designs themselves are, however, not necessarily innovative but rather what many would refer to as “avant-garde”. The more prominent pattern among the selection of clothes is its grunge-like style, and that most of the apparel appears somewhat brooding.
But the rise of independent clothing simply marks a development in Indonesian culture and is associated with the progression of the music scene. Despite radio broadcasting of American pop music, the genres that the kids are raging about today are colloquially known as punk rock, grunge and metal.
Though the main attractions were the cheap apparel at Summerfest, performances by several rock bands, both foreign and local, had many of the participants staying on.
Local artists were given the chance to promote their music, and shoppers were given constant live entertainment. Gracing the stages, US rock bands Rufio and As Blood Runs Black, Canadian band Silverstein, and Australia’s Dream on Dreamer were the highlights of the Summerfest entertainment.
Perhaps the most interesting portion of Summerfest was the inclusion of skateboard culture.
And it isn’t just regular Tony Hawk skateboarding either; fingerboarding has become a rising fad among Indonesian youth — the table tennis of tennis. In short, it is miniature skateboarding where the index and middle finger replace the legs. Although the skateboard rage did not provide the same excitement as an X-Games event, the handmade half-pipe that was placed in the middle of the exhibition not only gave local amateurs a chance to show off their skills in a skateboarding competition, but also allowed them to engage with an ever-growing skateboarding community.
Though its popularity was more prominent during the 90s and early 2000s in Western countries, it is incredible to see the amount of dedicated skaters here, demonstrating how both skateboarding and fingerboarding have emphasized the growing retro-chic fashion in Indonesia.
This year’s Jakarta Clothing Expo is evidence that Indonesia is not one of those countries that denies Western influence, but rather a nation of people that assimilates those cultures into their own.
It also revealed the remarkable youth community that has emerged, promising a colorful future for Indonesia and the generations to follow.
Rabu, 11 Juli 2012
Cultural evolution on show at JakCloth 2012
Diposting oleh ruangmenataplangit di 21.02 0 komentar
Label: pop culture, summer festival jakarta
Rabu, 01 Februari 2012
Leave the World Behind (Electrovision Team 012) MASHUP
Diposting oleh ruangmenataplangit di 08.30 0 komentar
Selasa, 24 Januari 2012
28 Januari Anonymous akan Serang Facebook? Apakah benar terjadi
Setelah melakukan peretasan terhadap Departemen Kehakiman Amerika Serikat sebagai bentuk protes penutupan situs Megaupload, kelompok hacktivist Anonymous sepertinya memiliki sasaran baru: Facebook. Aksi ini seperti upaya untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa sehari tanpa Wikipedia belum cukup untuk memberikan kesadaran.
Dalam situs yang diunggah (upload) di YouTube, pesan yang mengatasnamakan Anonymous itu mengatakan, walau Rancangan Undang-Undang SOPA dan PIPA ditunda, hak kebebasan berinternet masih dalam ancaman.
"Perang online telah dimulai antara Anonymous, masyarakat, dan pemerintah Amerika Serikat," tulis pesan di YouTube itu. "Untuk kalian yang belum mengetahui, masih ada ACTA atau Anti-Counterfeiting Trade Agreement," lanjutnya.
Mengapa Facebook menjadi sasaran? Posting di YouTube itu menjawab, "Ini cukup untuk memperlihatkan kami tidak main-main." Menurut dia, Facebook merupakan bukti salah satu situs yang memiliki pertahanan baik, dan server sebanyak 60 ribu server.
Dalam melakukan serangan, pesan di YouTube itu mengancam akan melancarkan serangan L-O-I-C atau Low Orbit Ion Cannon. Ini merupakan tool yang digunakan untuk mengirim banjir trafik ke target yang dijadikan sasaran.
Karena memahami sulitnya menyerang puluhan ribu server Facebook, pesan atas nama Anonymous pun kemudian mengajak melakukan serangan secara bersama-sama. Waktunya pun telah ditentukan, 28 Januari 2012, pukul 12.00.
"Lima hari persiapan... Dengan cara itu... Kami akan memiliki armada yang lebih kuat untuk berjuang mempertahankan hak-hak kami," tulisnya.
Tapi, kemudian, sebuah akun Twitter yang selama ini dianggap akun Anonymous membantah melalui tweet-nya. Akun @anonops itu malah menyebut ancaman terhadap Facebook itu sebagai kebohongan yang dilakukan media massa.
"Again we must say that we will not attack #Facebook! Again the mass media lie," tulis akun Twitter @anonops.
Sebelumnya, sebuah posting di YouTube yang mengatasnamakan Anonymous juga pernah mengeluarkan ancaman untuk menyerang Facebook pada 5 November 2011. Tapi, ancaman itu tidak terbukti.
Pesan yang disampaikan dalam video YouTube itu juga terkesan janggal. Karena, mengutip CNet, pendiri Facebook Mark Zuckerberg selama ini dikenal sebagai orang yang menentang adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) SOPA.
Meski menyebut serangan terhadap Facebook sebagai sebuah kebohongan, akun @anonops tetap memberikan pernyataan penolakan terhadap ACTA.
Read more: http://andreskeldrak.blogspot.com/2012/01/28-januari-anonymous-akan-serang.html#ixzz1kRB5sYno
Diposting oleh ruangmenataplangit di 19.34 0 komentar
Label: 28 Januari Anonymous akan Serang Facebook? Apakah benar terjadi, bajak kota
Senin, 19 Desember 2011
Jika Terkena Gas Air Mata
- Segeralah/secepat-cepatnya menjauh dari lokasi tersebut dan cari ruang/area yang udaranya benar-benar bersih dari gas tersebut. Hiruplah oksigen bersih sebanyak-banyaknya.
- Bila Anda sudah terkontaminasi, jangan sekali-kali mengsap mata dengan tangan, tahan dulu, segeralah cari air bersih lalu basuh muka dengan air tersebut berkali-kali. Tapi ingat jangan diusap dengan tangan, gunakan saputangan/handuk, kalau tak ada gunakan pakaian Anda (sisi yang bersih) secara lembut dan perlahan-lahan sampai perihnya/pedasnya berkurang.
- Usahakan berada di ruang/area yang udaranya benar-benar bersih, sebab jika tidak percuma saja.
- Jika masih terasa, pergilah ke dokter untuk dinetralisir racunnya.
Diposting oleh ruangmenataplangit di 04.41 0 komentar
Label: bajak kota, tip terkena gas air mata
Selasa, 18 Oktober 2011
# Duduki Jakarta
Kami adalah bagian dari 99% rakyat yang menghendaki KESETARAAN, KEADILAN, KESEJAHTERAAN, KEMERDEKAAN dan semua kebaikan yang seharusnya menjadi hak kita. Kami mau mengajak kita semua, sebagai penduduk, sebagai bagian rakyat dunia, sebagai warga Indonesia, utamanya warga Jakarta, turut mendukung gerakan tersebut. Untuk menolak sistem yg menindas, menolak bentuk2 penjajahan, menolak penguasaan 1% elit beserta gerombolan perampoknya, menolak penindasan hak berekspresi dan berorientasi, dst.
Siapa kami?
Kami aktivis-aktivis atau manusia biasa pendukung gerakan pendudukan yg berkembang di dunia saat ini. Kami dari berbagai latar belakang organisasi atau belum dan tidak berorganisasi.
OCCUPY JAKARTA!
apapun jender kita,
para penganggur,
pekerja rumah tangga,
buruh bangunan,
buruh pabrik,
pelajar dan putus sekolah,
anak jalanan,
buruh migran,
supir transjakarta,
kondektur,
pedagang asongan,
pengemis,
pengamen lagu dan puisi,
seniman,
guru,
mahasiswa,
pegawai negri,
kaum minoritas,
ODHA,
difabel,
pegiat lsm,
aktifis,
pengarang,
pekerja lepas,
tukang galian,
ibu rumahtangga,
bapak rumahtangga,
penyiar,
reporter,
penyair,
tukang kebon,
satpam,
gelandangan,
pegawai menengah dan rendahan,
pemilik warung tegal,
warung padang,
warungnasi,
pemilik warung rokok dan kelontong,
pedagang buah dan sayuran,
kuli panggul,
buruh pelabuhan,
pilot,
pramugari,
pramusaji,
pramuniaga,
filmaker,
animator,
webmaster,
lgbt,
tukang jahit,
tukang sol sepatu,
tukang solder,
petugas pemeriksa meteran listrik,
pegiat lingkungan hidup,
sejarawan,
pengacara,
tukang ojek,
tukang tambal ban,
tukang las,
polisi swasta,
tukang parkir,
tukang servis komputer dan barang elektronik,
tukang gali sumber pompa air,
pegawai dan pemilik salon kecantikan,
dosen,
guru besar,
olahragawan,
peragawan-peragawati,
pemain dan kru film dan sinetron,
tukang cuci mobil dan motor,
tukang semir sepatu,
pengusaha kecil dan menengah,
tukang perahu tarik,
supir bajaj,
supir metromini,
supir bis,
supir pribadi,
supir angkot,
kaum rasta,
tukang servis hp,
penjual pulsa,
tukang rental komputer,
scriptwriter,
penulis,
editor,
tukang cuci dan setrika,
pedagang burung,
supir taksi,
montir,
pekerja seks,
pemuka agama,
pegawai bank,
arsitek,
desainer,
pedagang layangan,
penjual balon gas,
tukang odong-odong,
pemulung,
bakul jamu,
peneliti,
tukang pijat,
dokter,
dan seterusnya dan seterusnya… dan banyak lagi yang lainnuya
KITA ADALAH 99% – MELAWAN 1%
Penyebab masalah: kebijakan upah murah, perampasan upah, perampasan tanah, perampasan hak2 warga negara, pengkerdilan intelektual, perampasan otonomi tubuh perempuan, penindasan & kekerasan terhadap buruh, petani, miskin kota, biaya pendidikan yg mahal, membanjirnya produk2 mutu rendah dan menghancurkan pasar produk lokal (Free Trade yg tdk FAIR), kemiskinan yg akut, penguasaan 99% sumber2 daya alam oleh asing yang didukung negara, 99% perbankkan dikuasai asing, politik uang, korupsi oleh pejabat pemerintah, mafia peradilan, dll, dll, dll, dll.
Lengkapi daftar masalah-masalah ini.
Tunjukkan lebih banyak bukti.
Tambahi ketidaktahuan kami.
Tanpa kalian, kami belum menjadi 99%
DATANG DENGAN TUNTUTAN, NYANYIAN, TARIAN, NYALI DAN HARAPAN.
KITA HARUS BERDAULAT ATAS NASIB KITA SENDIRI.
JANGAN DIAM, LAWAN!
Dengan melawan kita tidak benar-benar kalah.
Daftar agenda:
1. Duduki BEJ: 19/10/11 Pukul 10:00, JL.JEND.SUDIRMAN KAV 52-53, Jakarta.
2. Duduki Freeport: 20/10/11 Pukul 12:00 di depan Kantor Freeport, Plaza 89, Kuningan, Jakarta.
3. Silahkan tambahkan…
4. Silahkan usulkan perubahan isi dan keterangan event ini bila kawan2 tidak setuju.
5. dll
Diposting oleh ruangmenataplangit di 10.43 0 komentar
Label: duduki jakarta, Occupy Jakarta
Senin, 05 September 2011
Aksi Bajak Kereta
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akibat aksi pembajakan kereta api Gajaya, masinis mulai dihinggapi kekhawatiran. Atas hal ini, PT KAI bakal mengawal masinis dengan aparat kepolisian.
"Dengan adanya insiden ini tentu sedikitnya menimbulkan trauma kepada masinis. Ke depan kita akan meminta agar ada pengamanan terhadap masinis juga di lokomotif," kata Humas PT KAI Sugeng Priyono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/8/2011).
Ia mengemukakan, pengawalan akan dilakukan secara estafet. Pasalnya, selama ini kereta dan lokomotif tidak diberikan pengawalan. Petugas masinis hanya dilengkapi radio untuk berkomunikasi dengan pusat pengendali.
"Sementara ini di lokomotif memang tidak ada pengawalan. Lokomotif hanya diberikan radio," ujarnya.
Seperti diketahui, aksi koboi oknum TNI pagi tadi membuat geger masyarakat, khususnya pengguna kereta api. Kedepan PT KAI akan memberikan pengamanan ekstra baik kepada penumpang maupun masinisnya
sumber : tribun news
Laporan Wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi
Diposting oleh ruangmenataplangit di 23.00 0 komentar
Label: bajak kota, bajak kreta
Anonymous Siap Bajak Kota Besar di Dunia
bajak kota | Teknologi
Seperti yang dikutip dari V3, Jumat (26/8/2011), aksi yang akan dilakukan oleh Anonymous pada tanggal 17 September tersebut disebut sebagai sebuah ‘aksi damai’.
Anonymous men-tweet dari akun @anonops dengan hashtag #Occupywallstreet yang ditujukan kepada para follower mereka untuk menyerang pusat-pusat keuangan di AS.
Kampanye S17 ini dimulai oleh organisasi antikonsumerisme Adbusters, yang mengkalim akan digerakkan secara internasional.
“Kota-kota yang direncanakan akan diduduki adalah New York, Madrid, Milan, London, Paris dan San Francisco. Dengan sedikit keberuntungan jumlah ini akan terus bertambah,” tulis pihak Adbuster di blog mereka.
“Jika kita semua dapat menggabungkan gerakan tanpa kekerasan serta strategi yang pintar, maka gerakan S17 dapat menjadi awalan dari revolusi global yang telah lama diidamkan,” tambahnya.
Kelompok Anonymous juga telah merilis sebuah video dan gambar agar para follower mereka tertarik untuk bergabung ddalam kampanye tersebut.
Gambar pria setengah telanjang tersebut yang dipasang Anonymous disebut mirip dengan juru bicara agensi Area Rapid Transport (Bart), yakni Linton Johnson.
“Jika Anda ingin menjadi orang yang menyebalkan di muka umum, maka saya yakin anda tidak ragu untuk menunjukkan kemaluan anda di muka umum. Betul tidak? #Bartlulz” tulis pihak Anonymous di bawah gambar tersebut.
sumber. internet
Diposting oleh ruangmenataplangit di 22.17 0 komentar


