- Segeralah/secepat-cepatnya menjauh dari lokasi tersebut dan cari ruang/area yang udaranya benar-benar bersih dari gas tersebut. Hiruplah oksigen bersih sebanyak-banyaknya.
- Bila Anda sudah terkontaminasi, jangan sekali-kali mengsap mata dengan tangan, tahan dulu, segeralah cari air bersih lalu basuh muka dengan air tersebut berkali-kali. Tapi ingat jangan diusap dengan tangan, gunakan saputangan/handuk, kalau tak ada gunakan pakaian Anda (sisi yang bersih) secara lembut dan perlahan-lahan sampai perihnya/pedasnya berkurang.
- Usahakan berada di ruang/area yang udaranya benar-benar bersih, sebab jika tidak percuma saja.
- Jika masih terasa, pergilah ke dokter untuk dinetralisir racunnya.
Senin, 19 Desember 2011
Jika Terkena Gas Air Mata
Diposting oleh ruangmenataplangit di 04.41 0 komentar
Label: bajak kota, tip terkena gas air mata
Selasa, 18 Oktober 2011
# Duduki Jakarta
Kami adalah bagian dari 99% rakyat yang menghendaki KESETARAAN, KEADILAN, KESEJAHTERAAN, KEMERDEKAAN dan semua kebaikan yang seharusnya menjadi hak kita. Kami mau mengajak kita semua, sebagai penduduk, sebagai bagian rakyat dunia, sebagai warga Indonesia, utamanya warga Jakarta, turut mendukung gerakan tersebut. Untuk menolak sistem yg menindas, menolak bentuk2 penjajahan, menolak penguasaan 1% elit beserta gerombolan perampoknya, menolak penindasan hak berekspresi dan berorientasi, dst.
Siapa kami?
Kami aktivis-aktivis atau manusia biasa pendukung gerakan pendudukan yg berkembang di dunia saat ini. Kami dari berbagai latar belakang organisasi atau belum dan tidak berorganisasi.
OCCUPY JAKARTA!
apapun jender kita,
para penganggur,
pekerja rumah tangga,
buruh bangunan,
buruh pabrik,
pelajar dan putus sekolah,
anak jalanan,
buruh migran,
supir transjakarta,
kondektur,
pedagang asongan,
pengemis,
pengamen lagu dan puisi,
seniman,
guru,
mahasiswa,
pegawai negri,
kaum minoritas,
ODHA,
difabel,
pegiat lsm,
aktifis,
pengarang,
pekerja lepas,
tukang galian,
ibu rumahtangga,
bapak rumahtangga,
penyiar,
reporter,
penyair,
tukang kebon,
satpam,
gelandangan,
pegawai menengah dan rendahan,
pemilik warung tegal,
warung padang,
warungnasi,
pemilik warung rokok dan kelontong,
pedagang buah dan sayuran,
kuli panggul,
buruh pelabuhan,
pilot,
pramugari,
pramusaji,
pramuniaga,
filmaker,
animator,
webmaster,
lgbt,
tukang jahit,
tukang sol sepatu,
tukang solder,
petugas pemeriksa meteran listrik,
pegiat lingkungan hidup,
sejarawan,
pengacara,
tukang ojek,
tukang tambal ban,
tukang las,
polisi swasta,
tukang parkir,
tukang servis komputer dan barang elektronik,
tukang gali sumber pompa air,
pegawai dan pemilik salon kecantikan,
dosen,
guru besar,
olahragawan,
peragawan-peragawati,
pemain dan kru film dan sinetron,
tukang cuci mobil dan motor,
tukang semir sepatu,
pengusaha kecil dan menengah,
tukang perahu tarik,
supir bajaj,
supir metromini,
supir bis,
supir pribadi,
supir angkot,
kaum rasta,
tukang servis hp,
penjual pulsa,
tukang rental komputer,
scriptwriter,
penulis,
editor,
tukang cuci dan setrika,
pedagang burung,
supir taksi,
montir,
pekerja seks,
pemuka agama,
pegawai bank,
arsitek,
desainer,
pedagang layangan,
penjual balon gas,
tukang odong-odong,
pemulung,
bakul jamu,
peneliti,
tukang pijat,
dokter,
dan seterusnya dan seterusnya… dan banyak lagi yang lainnuya
KITA ADALAH 99% – MELAWAN 1%
Penyebab masalah: kebijakan upah murah, perampasan upah, perampasan tanah, perampasan hak2 warga negara, pengkerdilan intelektual, perampasan otonomi tubuh perempuan, penindasan & kekerasan terhadap buruh, petani, miskin kota, biaya pendidikan yg mahal, membanjirnya produk2 mutu rendah dan menghancurkan pasar produk lokal (Free Trade yg tdk FAIR), kemiskinan yg akut, penguasaan 99% sumber2 daya alam oleh asing yang didukung negara, 99% perbankkan dikuasai asing, politik uang, korupsi oleh pejabat pemerintah, mafia peradilan, dll, dll, dll, dll.
Lengkapi daftar masalah-masalah ini.
Tunjukkan lebih banyak bukti.
Tambahi ketidaktahuan kami.
Tanpa kalian, kami belum menjadi 99%
DATANG DENGAN TUNTUTAN, NYANYIAN, TARIAN, NYALI DAN HARAPAN.
KITA HARUS BERDAULAT ATAS NASIB KITA SENDIRI.
JANGAN DIAM, LAWAN!
Dengan melawan kita tidak benar-benar kalah.
Daftar agenda:
1. Duduki BEJ: 19/10/11 Pukul 10:00, JL.JEND.SUDIRMAN KAV 52-53, Jakarta.
2. Duduki Freeport: 20/10/11 Pukul 12:00 di depan Kantor Freeport, Plaza 89, Kuningan, Jakarta.
3. Silahkan tambahkan…
4. Silahkan usulkan perubahan isi dan keterangan event ini bila kawan2 tidak setuju.
5. dll
Diposting oleh ruangmenataplangit di 10.43 0 komentar
Label: duduki jakarta, Occupy Jakarta
Senin, 05 September 2011
Aksi Bajak Kereta
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akibat aksi pembajakan kereta api Gajaya, masinis mulai dihinggapi kekhawatiran. Atas hal ini, PT KAI bakal mengawal masinis dengan aparat kepolisian.
"Dengan adanya insiden ini tentu sedikitnya menimbulkan trauma kepada masinis. Ke depan kita akan meminta agar ada pengamanan terhadap masinis juga di lokomotif," kata Humas PT KAI Sugeng Priyono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/8/2011).
Ia mengemukakan, pengawalan akan dilakukan secara estafet. Pasalnya, selama ini kereta dan lokomotif tidak diberikan pengawalan. Petugas masinis hanya dilengkapi radio untuk berkomunikasi dengan pusat pengendali.
"Sementara ini di lokomotif memang tidak ada pengawalan. Lokomotif hanya diberikan radio," ujarnya.
Seperti diketahui, aksi koboi oknum TNI pagi tadi membuat geger masyarakat, khususnya pengguna kereta api. Kedepan PT KAI akan memberikan pengamanan ekstra baik kepada penumpang maupun masinisnya
sumber : tribun news
Laporan Wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi
Diposting oleh ruangmenataplangit di 23.00 0 komentar
Label: bajak kota, bajak kreta
Anonymous Siap Bajak Kota Besar di Dunia
bajak kota | Teknologi
Seperti yang dikutip dari V3, Jumat (26/8/2011), aksi yang akan dilakukan oleh Anonymous pada tanggal 17 September tersebut disebut sebagai sebuah ‘aksi damai’.
Anonymous men-tweet dari akun @anonops dengan hashtag #Occupywallstreet yang ditujukan kepada para follower mereka untuk menyerang pusat-pusat keuangan di AS.
Kampanye S17 ini dimulai oleh organisasi antikonsumerisme Adbusters, yang mengkalim akan digerakkan secara internasional.
“Kota-kota yang direncanakan akan diduduki adalah New York, Madrid, Milan, London, Paris dan San Francisco. Dengan sedikit keberuntungan jumlah ini akan terus bertambah,” tulis pihak Adbuster di blog mereka.
“Jika kita semua dapat menggabungkan gerakan tanpa kekerasan serta strategi yang pintar, maka gerakan S17 dapat menjadi awalan dari revolusi global yang telah lama diidamkan,” tambahnya.
Kelompok Anonymous juga telah merilis sebuah video dan gambar agar para follower mereka tertarik untuk bergabung ddalam kampanye tersebut.
Gambar pria setengah telanjang tersebut yang dipasang Anonymous disebut mirip dengan juru bicara agensi Area Rapid Transport (Bart), yakni Linton Johnson.
“Jika Anda ingin menjadi orang yang menyebalkan di muka umum, maka saya yakin anda tidak ragu untuk menunjukkan kemaluan anda di muka umum. Betul tidak? #Bartlulz” tulis pihak Anonymous di bawah gambar tersebut.
sumber. internet
Diposting oleh ruangmenataplangit di 22.17 0 komentar
Rabu, 24 Agustus 2011
Docmart - Long March Dr Klaus Marten
Dr Klaus Marten adalah seorang dokter tentara Jerman di era perang dunia II. Pada tahun 1945, ia mengalami cedera kaki. Ia kemudian memodifikasi sepatu boot-nya dengan lapisan kulit dan bantalan udara yg empuk. Setelah perang berakhir, dengan bekal pengalaman ini, sang dokter mencoba menjual ide inovasinya. Ia mulai menjalankan sebuah perusahaan sepatu rumahan skala kecil di Jerman dengan bantuan seorang teman lamanya sewaktu kuliah.
DocMart Invasion: Dari London, menyeberang Eropa dan menduduki Dunia
Pada tahun 1960, sebuah perusahaan bernama Griggs Group membeli lisensi sepatu untuk dipasarkan di Inggris /UK. Perusahaan ini melakukan sedikit perbaikan dalam desainnya, membuat ciri khas berupa jahitan sol sepatu dengan benang warna kuning, dan melabeli sol dengan nama trade mark ‘Airwair’, lalu mulai memproduksi sepatu boot ini. Disinilah titik penting dalam sejarah sepatu sang dokter: Boot klasik Docmart-1490 untuk pertama kalinya menginjak pasar London.
Boot warna merah cherry yg desainnya nyaman dan praktis ini tenyata disukai oleh kalangan working class atau kelas pekerja. Banyak sekali buruh pabrik, tukang pos, bahkan petugas polisi memakainya saat bertugas. Image sebagai sepatu milik common-people pun terbentuk secara alami.
Dan sepertinya, image itulah yg kemudian merebut perhatian anak muda dari kalangan sub-kultur punk. Pada akhir tahun 60-an, sepatu sang dokter ini banyak digunakan oleh komunitas skinhead Inggris dan genk-genk di jalanan.... Mereka punya kebiasan aneh, yaitu menyemir boot merah Docmart dengan semir warna hitam sampai warnanya jadi merah gelap dan mengkilap seperti kelereng/ gundu.
Lalu pada tahun 70-an sepatu ini makin populer karena banyak artis Punk Rock, Ska, Psychobillies, Goths, Industrialis, hardcore, straight-edge, Glam, bahkan New Wave yg memakainya. Dengan bantuan musisi-musisi itu, long-march yg dilakukan Docmart dari kota London menyebar ke seluruh dataran Inggris dan Eropa, lalu ke menginvasi dunia.
Puncaknya di tahun 1990-an, sepatu Docmart berkembang menjadi trend yg menjangkiti semua orang, bukan hanya sub-kultur Punk saja. Ia menjadi industri besar. Alhasil, sebagian komunitas Skinhead sejati yg identik dengan spirit anti kemapanan dan anti kapitalisme mulai mempertanyakan brand sang dokter. Sebagian dari mereka mulai beralih ke merk pesaing Docmart, seperti Grinder, Ranger, Gripfast, dsb.
Tapi boot sang dokter terlanjur mencetak jejak solnya di wajah sejarah dunia. Docmart adalah sepatu yg menjadi legenda di dunia fashion anak muda.Ibaratnya ia seperti anthem yg pernah dinyanyikan oleh anak muda di seluruh dunia.. jauh sebelum era MTV yang kian usang, I-Tunes, Facebook,Youtube dan Myspace.
Diposting oleh ruangmenataplangit di 23.24 0 komentar
Label: bajak kota, boots, doc mart
Selasa, 23 Agustus 2011
Biang Keladi Kerusuhan dan Kehancuran Batavia
Warga Tionghoa, para kapitan, bersama pengusaha dan kuli merupakan inisiator utama yang menentukan perkembangan industri gula di Ommelanden itu. Pelopornya adalah Jan Con yang bisa memproduksi gula dalam jumlah besar. Meski akhirnya produksi gula Jan Con merosot akibat faktor alam atau pencurian.
Jan Con, begitu tertulis dalam Kesastraan Melayu Tionghoa dan Kebangsaan Indonesia Jilid 10, tidak sendiri. Kapitan China Poa Beng Gan/Phoa Bingham/Phoa Beng Gam juga memiliki perkebunan tebu yang luas di Tanahabang. Penggalian Binghamgracht atau kanal Molenvliet bertujuan, salah satunya, untuk menghubungkan kebun tebu di Tanahabang dengan Batavia.
Lim Keenqua, Kapitan Que Boqua, dan Kapitan Nie Hoe Kong adalah sederet warga Tionghoa lain yang punya pabrik gula. Nie Hoe Kong bahkan mewarisi 14 penggilingan gula milik ayahnya.
Tahun 1730-an, industri gula di Batavia mengalami masa suram karena harga gula di pasar internasional merosot. Buntutnya, pabrik gula di Ommelanden banyak yang tutup, ribuan buruh Tionghoa di-PHK. Timbul masalah sosial hingga terjadi pemberontakan sosial pada 1740 yang berakhir dengan pembunuhan massal warga Tionghoa oleh Belanda.
Kisah di Batavia itu berawal di tahun 1720-an ketika untung yang dipetik dari gula di daerah Ommelanden mulai melorot. Tanah perkebunan ini akhirnya kelelahan, di mana kayu bakar untuk tungku gula semakin berkurang. Intinya, budi daya ini ternyata berakhir dengan perusakan lingkungan di Ommelanden, membinasakan hutan, mencemari air, dan tanah daerah tropis karena pengelolaan yang sembarangan.
Leonard Blusse dalam Sejarah Bencana Ekologi: Kompeni Hindia Belanda dan Batavia (1619-1799) menyebutkan, daerah penghasil kayu kehilangan sebagain luas hutan untuk melindungi pabrik-pabrik gula yang memerlukan kayu bakar. Selain itu, pabrik-pabrik gula ini dibangun di dekat sungai sehingga mencemari air bersih yang mengalir ke Batavia.
Keresahan sosial dan kehancuran usaha pabrik gula di Batavia tahun 1740 itu sudah dimulai 1701 saat peneliti melakukan penelitian ke hulu sungai-sungai di Ommelanden karena terjadi pencemaran air ke seluruh kota dua tahun setelah Gunung Salak meletus. Mereka melihat bahwa hutan dari hulu Sungai Ciliwung sampai hilir di perkebunan tebu milik Cornelis Chastelein telah ludes ditebang.
Volume air Sungai Ciliwung yang mengalir ke Batavia juga menurun akibat banyaknya aliran air yang dibelokkan untuk irigasi. Kerusakan alam inilah yang mengakibatkan kondisi Batavia menjadi tidak sehat, kotor, dan jadi sarang penyakit. Di tahun 1808, Daendels pun akhirnya memindahkan pusat kota Batavia ke Weltevreden.
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
Diposting oleh ruangmenataplangit di 11.12 0 komentar
Label: bajak kota, Biang Keladi Kerusuhan dan Kehancuran Batavia
Bandit Terorganisasi di Banten sejak Abad Ke-19
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
Diposting oleh ruangmenataplangit di 11.09 0 komentar
Label: bajak kota, Bandit Terorganisasi di Banten sejak Abad Ke-19

